{Admin Section}

Menu

{{BlogTitle}}

{{UserTitle}}

{{BlogDescription}}



Cara Mendesain, Merancang Kampanye Sosial Yang Efektif

source : pexels.com
Seperti yang kita ketahui, kampanye sosial merupakan sebuah proses komunikasi yang dilakukan untuk menyebarluaskan pesan-pesan penting yang sangat diperlukan masyarakat. Diakui, ada banyak inovasi, ide, gagasan, yang bersifat sosial, penting untuk disampaikan kepada publik. Dikutip dari lspr.edu. Di zaman sekarang ini memang cukup sulit melakukan kampanye dan tersampaikan dengan baik kepada audencesnya jika tidak mengetahui dengan baik audiencenya itu sendiri.

Pada postingan kali ini akan sedikit bercerita tentang bagaimana cara melakukan komunikasi yang efektif dengan audiencesnya. Berikut adalah contoh kampanye yang cukup banyak menarik perhatian orang banyak :
  1. Kampanye Buang Sampah
    Contohnya kampanye dilarang membuang sampah yang ditargetkan untuk remaja, tapi ketika kampanye disitu pesannya "buang lah sampah pada tempatnya". Pasti pesan-pesan itu tidak akan begitu diperhatikan dan tersampaikan dengan efektif. Maka dari itu kita harus mengetahui dulu audience dengan baik. Seperti halnya kampanye kreatif "Sayang Bandung" yang dikampanyekan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil waktu dulu itu pesannya seperti ini :


    Pesan yang disampaikan pada kampanye diatas adalah "Pilih mana, bayar denda karena nyampah atau traktir aku?" Didukung dengan foto cewek cantik. Dari gambar tersebut cukup menarik perhatian para remaja sehingga bermunculan meme-meme yang kreatif lainnya. Dari kampanye tersebut dapat diketahui cara pendekatannya sangat bagus, langsung pada para remaja sebagai audiencenya yang lebih suka nongkrong dan traktir (apalagi cewek). Dan pesan kampanye pada gambar diatas juga selain cukup menarik perhatian, sempat juga dimuat di billboard-billboard kota Bandung.
  2. Kampanye Pacaran Salah
    Dan salah satu contoh lain kampanye sosial yang dapat dikatakan cukup efektif dan diperhatikan adalah kampanye "pacaran salah" yang dilakukan oleh @fuadbakh (instagram) dengan menggunakan media video. Kampanyenya berisi tentang mengingatkan "gaya pacaran anak zaman sekarang yang lebih dari batas wajar". Videonya adalah sebagai berikut :

    #bismillah #nikah #islam #muslim #descendantsofthesun #Repost #soongjoongki #songhyekyo #jomblo

    Video kiriman fuadbakh (@fuadbakh) pada


    Juga yang ini :

    #bismillah #nikah #cinta #muslim #descendantsofthesun #Repost #jingo #kimjiwon #marioteguh #jomblo

    Video kiriman fuadbakh (@fuadbakh) pada


    Dari video tersebut dapat ditarik suatu pelajaran. Ketika ingin mengkomunikasikan pesan, dakwah harus dengan strategi pendekatan dengan target audiencenya itu sendiri (pada kasus ini remaja). Kalau video dakwah tersebut orang yang sedang ceramah pasti video tersebut tidak akan ditonton hingga tamat dan tidak akan viral seperti sekarang bahkan sampai ada yang mau pasang iklan di akun tersebut. Dalam video itu pembuat melihat bagaimana prilaku remaja sekarang ini dan apa yang disukai remaja itu sendiri. Remaja suka sosial media, tren film yang sedang ramai (descended of the sun). Maka dibuat lah parodi yang bersifat kampanye sosial tersebut agar mengingat ambang batas pacaran. Terutama bagi kaum muslimin yang belum sah. Dan berhasil ditonton banyak orang dan viral. Saksikan viralnya #pacaransalah

    #bismillah #nikah #descendantsofthesun #Repost #soongjoongki #jingo #songhyekyo

    Video kiriman fuadbakh (@fuadbakh) pada


Itu lah yang disebut Communication Desain, seharusnya orang yang ahli di ilmu komunikasi dan desain komunikasi visual harus bisa menggunakan strategi seperti Ridwan Kamil dan @fuadbakh. Jadi dari contoh-contoh diatas dapat kita tarik kesimpulan, Inti dan cara merancang kampanye yang diperhatikan yaitu pastikan audience dan pelajari audiencenya. Mulai dari kesukaannya, tren, kebiasaan, tempat kesukaannya dan segala hal lainnya tentang audiencenya. Dengan begitu kemungkinannya akan lebih diperhatikan oleh audiencenya. Memang dari kampanye sosial tersebut tidak langsung dapat merubah kebiasaan buruk tersebut, tetapi setidaknya dapat sedikit menyadari prilaku tesebut salah dan tidak benar.

Comments As :

No comments:


Copyright © {{Copyright}} {{CopyrightYear}}
All rights reserved