{Admin Section}

Menu

{{BlogTitle}}

{{UserTitle}}

{{BlogDescription}}



Alasan kenapa kamu harus berhenti curhat di Sosial Media

Mungkin zaman sekarang manusia tidak akan pernah bisa lepas dari sosial media. Media untuk bersosial, menambah teman, berargumen, berbagi pendapat. Tapi entah kenapa saat ini dapat dikatakan bergeser menjadi buku diary online. Share makan apa, sedang dimana, dengan siapa, sedang berbuat apa. Kalau kamu perlu curhat memang harus seluruh dunia tahu? Lebih baik cukup teman terbaik kamu saja. Dan ini beberapa alasan lain mengapa kamu harus berhenti curhat di sosial media:
  1. Tidak ada yang peduli
    source : pexels.com
    Faktanya seindah apapukn kata-kata curhatmu, seindah mario teguh pun tidak akan merubah keadaan. Bahkan sampai ada yang memposting pengumuman bunuh diri segala dan mengucapkan maaf, terimakasih. Setelah mati memangnya dunia peduli? Tidak. Palingan hanya menjadi buah bibir dari waktu ke waktu yang akan menghilang. Dari pada curhat, ayo mending coba introspeksi diri dan menyelidiki apa sih yang masih kurang didiri kita dan memperbaikinya.
  2. Bikin Orang Ilfeel & Jijik
    source : pexels.com
    Ya, yang selanjutnya yaitu membuat teman-teman dan sekeliling kamu jadi ilfeel sama kamu. Itu orang galau mulu kenapa ya? Kau pikir, hanya kau saja yang punya masalah hidup didunia ini? Hah?
  3. Bakal di Unfollow
    source : pexels.com
    Teman-teman sosial media kamu sesudah ilfeel akan meng unfollow, unsubscribe, unfriend kamu. Faktanya ketika galau biasanya semakin banyak nyampah diakun sosial medianya, semakin menghalangi beranda orang lain juga. Tidak percaya? Coba login ke akun sosial media kamu. Cek orang yang ngyampah kegalauannya, pasti biasanya selang beberapa jam, menit nyampah terus
  4. Curhat di Sosial Media Membuat Kamu Lega?
    source : pexels.com
    Emang dengan menunjukan kegalauan, kehancuran kamu kepada dunia bisa membuat hati kamu bebas, lepas, lega? Yakin? Inget kawan kita harus bisa bedakan mana privasi mana yang boleh dishare dan mana yang tidak boleh dishare. Lebih baik curhat saja sama teman terdekat kamu atau orang tua kamu. Atau ambil kertas corat coret. Sukur-sukur dibuat dongeng darama atau lirik lagu dan dijual bisa jadi uang. Hehe
  5. Memalukan
    source : pexels.com
    Sekarang masih biasa tapi beberapa tahun kedepan kamu pasti akan malu dengan tulisan kamu sendiri. Tapi jujur waktu saya zaman muda pun pernah berkicau seperti itu disosial media. Jika dibaca sekarang-sekarang sangat memalukan. Ingat itu, jangan sampai teman-teman mengalaminya. Memalukan!!!
  6. Memperkiruh Masalah
    source : pexels.com
    Ketika kamu mendapatkan masalah baik itu masalah pacar, pertemanan, keluarga jangan sembarangan posting emosi kamu disosial media. Itu hanya memperkiruh permasalahan. Mungkin saja mereka membaca status kamu dan terjadilah perperangan ke 2.
  7. Tunjukan Kamu Kuat
    source : pexels.com
    Apalagi misalkan permasalahannya kamu dan pacar kamu. Ketika permasalahan terjadi dan kamu melampiaskan kemarahan, kegalauan, kehancuran kamu mungkin pacar kamu akan senang. Bahwa kamu masih membutuhkannya. Jika kamu menahan diri untuk mengetik sesuatu dilaman kamu mungkin pacar mu bertanya-tanya. "Kemana km?" Mungkin akan berfikir ternyata kamu baik-baik saja tanpa dia.
Dari hal diatas apakah teman-teman menyadarinya? Percaya tidak percaya? Yasudah mungkin teman-teman akan memahaminya nanti. Mungkin itu saja alasan kenapa kamu harus berhenti curhat disosial media dan itu berdasarkan pengalaman.

Comments As :

No comments:


Copyright © {{Copyright}} {{CopyrightYear}}
All rights reserved