Wednesday, December 27, 2017

Review Kursus Bahasa di LBI UI

Untuk kali ini topik yang akan dibahas yaitu tentang pengalaman kursus bahasa di LBI UI. Jadi LBI UI (Lembaga Bahasa International Universitas Indonesia) adalah suatu lembaga pendidikan bahasa yang berada di kampus UI. Yang saya ketahui ada di kampus UI Depok dan Salemba Jakarta.

Siapa yang tidak kenal dengan Universitas Indonesia yang dikenal dengan salah satu kampus top di Indonesia. Dan ternyata ada lembaga kurusnya juga. Berikut reviewnya berdasarkan pengalaman:

  1. Harga Murah, Tapi Tidak Murahan
    source : pixels.com

    Dari segi harga sepertinya ini paling murah dibandingkan lembaga kuraus lainnya di Jakarta. Sodara saya juga rencana mau daftar kursus bahasa inggris dan researched membuktikan ternyata LBI UI paling murah. Tapi saking murah hasilnya tidak kebagian kursi. Harus daftar jauh hari. Kelas yang penuh biasanya pertama kelas inggris dan ke dua jepang.

    Kebetulan saya ambil bahasa Korea jadi masih kebagian. Dari segi kualitas ketika selama 1 level belajar menurut saya bagus juga. Dan lanjut ke smester selanjutnya di awal 2018. Harganya tidak lebih dari 1.4juta itu untuk bahasa Korea dan sudah termasuk buku modul. Dan tidak ada hidden cost lainnya. Harga terbaru bisa lihat diwebsite resminya.

  2. Waktu Belajar
    source : pixels.com

    Waktunya bisa disesuaikan dengan waktu luang kita, tinggal pilih dan cocokan jadwal kelas yang disediakan. Cocok juga untuk para karyawan. Ada yang week end ada yang week day. Seminggu 2 kali pertemuan. Kalau ambil hari weekend jadi 2 kali pertemuan di jadikan full sehari. Dan total pertemuan sekitar 26 kali pertemuan termasuk hari ujian (UTS, UAS) dan kuis disela-sela hari sebelum ujian. Jika ambil full weekend berarti dalam satu hari 2 kali pertemuan jadi hanya 13 hari.

  3. Fasilitas
    source : pixels.com

    Fasilitasnya juga cukup memadai untuk belajar. Infocus, board dan speaker cukup memadai juga untuk belajar. Ruangannya ada AC juga. Itu kelas saya yang ada di LBI UI Depok, tidak tahu dikelas lain apa ada AC atau tidak.

  4. Pengajar
    source : pixels.com

    Kalau pengajar ada yang lokal ada juga yang native ternyata. Tapi native biasanya mengajar dikelas kelas yang sudah senior bukan pemula karena katanya akan menggunakan full bahasa yang dipelajari. Dan itu kadang ada kadang tidak ada native. Tergantung ada tidaknya stock pengajar native. Kalau kualitas pengajar sih relative ya ada yang bagus dan ada yang kurang bagus dalam mengajarnya. Tapi untungnya kelas saya pengajarnya bagus-bagus.

  5. Buku Modul
    source : pixels.com

    Buku modulnya juga kalau menurut saya cukup bagus sudah ada CD listening juga. Modulnya memang cocok untuk pembelajaran. Tidak seperti tempat kursus kompetitornya yang ternyata hanya modul photocopy yang tanpa warna dan kurang menarik untuk dibaca. Tapi tidak menutup kemungkinan photocopyan juga isinya bagus. Mungkin karena saya orang visual jadi lebih suka yang berwarna. Biar hidupnya penuh warna (LoL).

  6. Learning by Doing
    source : pixels.com

    Ini point yang cukup seru dan lucu. Bikin tertawa dikelas. Kenapa? Karena dalam sesi ke dua dalam seminggu itu murid dipaksa untuk praktek berbicara langsung dengan teman sebalahnya. Jadi pengajar akan menunjuk dan bertanya dengan bahasa yang dipelajari dan sedikit-dikit dijwab dan dikoreksi bila ada kesalahan. Dan kemudian disuruh tunjuk temannya dan bertanya. Dan itu bagus sekali. Bahkan kata orang belajar bahasa asing paling cocok itu dengan learning by doing method bukan hanya teori.

  7. Kekurangan
    source : pixels.com

    Segala sesuatu itu pasti ada kelebihan dan kekurangan. Tapi jika ditanya kekurangannya entah apa kekurangannya saya pun malah bingung. Mungkin jika kalau suatu hari teringat apa yang kurang akan dishare lain kali. Soalnya happy and enjoy aja selama mengikuti pelajaran.

Itu saja mungkin review untuk kali ini. Mungkin lain kali saya share juga daily activities in the class atau materi pelajaran bahasa Koreanya yang sudah saya rangkum (catatan belajar).

No comments:

Post a Comment