Hello I'm Reynaldi Julio Setiabudi

I am Indonesian designer. I Love graphic design, multimedia, animation and music arrangement. Currently I'm freelancer at leading communication agency.

More Information About Me
you never know if never try

Experience is The Best Teacher

Sunday, October 28, 2018

Pengalaman Naik Raillink - Kereta Bandara

source : pixels.com

Pada postingan kali ini akan membahas sedikit tentang plus minus naik kereta bandara Raillink atau kalau malas baca sekarang ada versi video blognya alias vlog dibagian bawah artikel ini. Baru-baru ini pernah mendengar peresmian kereta bandara dan penasaran dengan fasilitasnya. Akhirnya bertepatan dengan adanya short trip ke Singapura sengaja menyempatkan dan kesampaian juga naik Raillink kereta bandara tersebut. Berikut plus minusnya:

  1. Akurasi Waktu Tepat
  2. source : pixels.com

    Yups, enanya dengan kereta itu waktunya sudah pasti jelas kapan berangkat dan kapan sampai. Kalau waktu mepet lebih baik naik kereta. Soalnya jika naik bus atau taxi ke Bandara International Sukarno Hatta Tanggerang itu butuh waktu yang cukup lama, belum lagi macetnya Jakarta.

  3. Bersih, Rapi dan Fasilitasnya Bagus
  4. source : pixels.com

    Fasilitas yang ditawarkan oke lah karena masih baru sekali beroprasi. Semoga penumpangnya juga bisa ikut menjaganya.

  5. Tiket dan Pembayaran
  6. source : pixels.com

    Untuk pembelian tiket bisa online via app atau langsung ke stasiunnya saat ini akan beroprasi di Manggarai, Sudirman baru BNI City, Duri, Batuceper dan di bandara Sukarno Hatta itu sendiri. Dan katanya ada opini akan diperpanjang hingga Bekasi dst.

    Untuk pembayarannya tidak bisa cash hanya dengan vanding machine. Hanya dengan kartu debit/atm saja bisa langsung digunakan, tidak usah bingung menggunakan mesin tiketnya karena mudah sekali dan ada karyawan Raillink yang membantu juga jika kesulitan.

  7. Harga Lumayan Mahal
  8. source : pixels.com

    Ini yang banyak dipermasalahkan oleh netizen katanya terlalu mahal. Dari Sudirman baru - Bandara Sukarno Hatta harganya 70rb. Sedangkan pesaingnya seperti bus, damri hanya sekita 30-50rb, taxi, taxi online hampir 100rb lebih.

    Dan beberapa teman saya bilang "gak rugi tuh mendingan naik taksi aja 100rb udah sampai bandara". Karena jika diakurasikan ongkos dari rumah ke statiun dan bandara sudah sama naik taksi.

Begitulah plus minusnya. Apa teman-teman tertarik untuk mencobanya? Yang pasti ada plus munius lah, kalo lagi mepet lebih baik naik raillink dan jika banyak waktu dan ngirit lebih naik bus, damri etc. Terimakasih telah menbaca, pendapat teman-teman bagaimana? Bisa isi komentar dibawah

Bonus Vlog, Biarkan Video yang bercerita

Tuesday, August 28, 2018

App Hangout Bareng Bule dan Belajar Bahasa Asing


Menurut beberapa orang cara cepat belajar bahasa asing paling cepat adalah dengan metode learning by doing alias praktek bukan hanya teori. Tapi mungkin terkadang teman-teman mungkin ingin praktek berbicara langsung tapi tidak ada lawan bicaranya. Atau mungkin ketika ditempat umum canggung untuk menyapa orang asing dan khawatir mengaggunya.
Dan ternyata ada solusinya dengan suatu app yang namanya c***hsu***ng. Aplikasi yang cocok untuk belajar bahasa asing & hangout bareng dengan orang asing dari berbagai negara. Sebenarnya ini aplikasi untuk backpacker, traveler dan housting untuk warga lokal yang punya kamar lebih untuk disewakan. Awalnya ragu apakah aplikasi ini benar-benar berjalan, dan ternyata it's work. Berikut kisahnya yang sudah dirangkum:
  1. Awal Berkumpul
  2. source : dokumentasi pribadi
    Berawal dari buka apps dan join group. Chat ketemu dimana dan deal. Dan special tips disarankan ditempat yang ramai, aman dan jelas. Ingat mereka orang asing. Berhubungan pengalaman pertama juga, dan orang indonesia yang ketemu ditempat pernah cerita hampir diperkosa ketika mereka nawarin housting. Jadi hati-hati.
  3. Ngobrol & Cerita-cerita
  4. source : dokumentasi pribadi
    Sampai lah ditempat tujuan dan agak grogi untuk mendekati orang asing itu. Dan akhirnya langsung reflek bicara dengan bahasa inggris "are you michel?" dan ternyata benar. Ngobrol lah percakapan ringan asal dari mana, kerjaan harian apa, lagi apa dinegara kita. Ternyata dia dari Switzerland, seorang mahasiswa yang sedang solo teaveler, 2 cewek indonesia dan nyusul lah 1 orang India. Dan ternyata orang Switzerland dan India itu pernah saling tau profile masing-masing (akun di app) ketika masih travel di Bali. Banyak sekali yang dibahas dari mulai solo travel, tentang Indonesia, negara, Jakarta, bahasa daerah etc. Dan ternyata dia tidak aktif dalam sosial media, menurut dia annoying sharing any stuff, Cukup menggetkan tapi ada benarnya juga (nontonin hidup orang = buang waktu) dan dia bertanya? berapa banyak waktu yang dihabisin disosial media ? Saya jawab saja i don't know.
    Dan sempat cerita juga ingin mencoba solo traveling tapi masih ragu kendala bahasa, budaya dan banyak hal lain. Dan dia bilang harus coba kemampuan bahasa segitu juga tidak masalah. Dan jadi makin termotivasi lah untuk nyoba solo travel juga jadinya haha...
  5. Cerita ketika Bayar Makan
  6. source : dokumentasi pribadi
    Ini sedikit konyol dan jadi pikiran, jadi ceritanya sambil ngobrol ria memesan makan dan minum. Terus pada suatu ketika si bule bilang pergi untuk pesen sesuatu lagi (kenapa tidak panggil pelayan saja?) dan 2 cewek juga mau pergi ke toilet dahulu. Terlintas dipikiran buset, ini orang backpacker kalau misalkan kabur tidak bayar makan harus bagaimana ini? (Sekitar 570k rp lagi) Tapi untungnya dengan kooperatif mereka kembali lagi dan bayar bagian masing-masing dan sedikit ada lebih buat tax & services. Karena tidak bawa uang cash akhirnya semua uang cash mereka langsung masukin dompet dan langsung debit ke tempat pembayaran. Malah terlintas dipikiran jahat apa bawa kabur saja uang mereka dan tinggalkan saja billnya ditoilet hehe...
  7. Bubar lah
  8. Ketika beres mereka malah mengajak langsung ke sesi 2 ke dragonfly club (tetep bule itu identik dengan party) dan akhirnya pilih pulang saja karena sudah malam dan harus segera pulang.
Begitulah kisah hangout dan praktek bahasa asingnya. Dan entah kenapa tidak paham juga tiba-tiba bisa ngomong bahasa mereka dan sama-sama paham dan tertawa bersama. Ada juga sih yang sama-sama tidak nangkep soalnya dia bahasa ibunya lebih ke Jerman. Gimana teman-teman? Tertarik kah untuk mencoba? Tapi ingat harus hati-hati. Sorry nama apps disensor ini review bukan iklan ,direct massage aja kalau penasarn apa nama appsnya. Terimakasih sudah membaca...

Sunday, July 08, 2018

Jadwal Test Sertifikasi Bahasa Korea 2018 - TOPIK 60th

TOPIK?

Kalau dalam bahasa inggris sertifikasinya ada TOEFL, IELTS, TOEIC etc. Sedangkan TOPIK adalah kepanjangan dari Test of Proficiency in Korean, dalam bahasa Korea biasa ditulis 한국어 능력 시험 atau dalam bahasa Indonesia berarti Tes Kemampuan Berbahasa Korea. Sertifikasi ini sebagai pembuktian mahir dalam menggunakan bahasa asing dari negara tersebut.

Tes ini dibagi menjadi 2, yaitu TOPIK 1 dan TOPIK 2. TOPIK 1 untuk sertifikat TOPIK Level 1 dan 2. TOPIK 2 untuk sertifikat TOPIK Level 3, 4,5, dan 6.

Dan ingat ujian ini di Indonesia hanya diselenggarakan hanya 2 kali dalam setahun. Sertifikat ini biasa digunakan untuk mendaftar sekolah atau beasiswa Korea Selatan atau bekerja di Perusahaan besar Korea yang ada di Indonesia.

TOPIK 1
  1. Total Skor : 200 poin
  2. Waktu Ujian : 100 menit
  3. Jenis Ujian : Mendengar (뜨기) dan membaca (읽기)
TOPIK 2
  1. Total skor : 300 poin
  2. Waktu Ujian : 180 menit
  3. Jenis Ujian : Mendengar (뜨기), membaca (읽기), dan menulis (쓰기)
Persyaratan Pendaftaran:
  1. Membayar biaya pendaftaran:
    • TOPIK 1 = Rp. 150.000
    • TOPIK 2 = Rp. 250.000
  2. 3 lembar foto 3 x 4
  3. 1 lembar foto copy Kartu Identitas (KTP, Kartu Pelajar, Paspor, dll)
Dimana dilaksanakan ujiannya di Indonesia? Bisa dilihat digambar tersebut:

Untuk informasi saja kemarin saya sudah pergi ke JIKS Jakarta Timur untuk daftar ternyata diundur menjadi 27 Juli - 27 7 Agustus 2018 dan sepertinya disekolah JIKS sedang sibuk mengadakan acara, entah acara apa itu. Semoga pengalaman saya tidak membuat teman-teman bulak balik tidak ada hasil.

Untuk pendaftaran di UPI, Yogya, Bali saya masih tidak tau apakah on time atau tidak dan masih sama atau tidak. Dan informasi dan syarat-syarat diatas saya dapatkan dari internet, mungkin lebih baik kontak saja dahulu saja pada nomber yang tertera diatas untuk informasi dan syarat detailnya. Thanks sudah membaca, semoga bermanfaat.

Ke jiks ternyata diundur
source : dokumentasi pribadi

Wednesday, June 20, 2018

Mendapatkan Uang Tanpa Harus Ke Kantor, Apakah Bisa? Bisa

Kembali lagi dengan bahasan finansial. Pernah kah teman-teman membayangkan bagaimana cara mendapatkan uang ketika hangout, liburan dan tidur? Apakah bisa seperti itu? Jawabannya adalah Bisa. Itu namanya adalah passive income. Jadi cara ini tidak usah bekerja aktif pergi ke kantor seperti biasanya setiap hari. Uang bisa datang otomatis dengan sendirinya. Bagaimana caranya mendapatkan passive income tersebut?

  1. Bunga
  2. source : pixels.com

    Cara pertama adalah mengatur penyimpanan uang anda jangan hanya di tabung, bisa dibuat rekening deposito. Deposito itu intinya mendepostkan uang yang kita punya dalam jangka waktu tertentu (3bulan, 6bulan hingga 12 bulan) pada bank dan pihak yang mendeposit akan mendapatkan bunga.

    Jadi jika biasanya teman-teman hanya menabung dibank bunganya sangat kecil dan ada biaya potongan bulanan. Tetapi jika teman-teman membuat deposito uang akan berbunga sekitar 4-5.7% (dipotong pajak). Biasanya minimal membuat deposito dari 5jt sampai 10jt. Misalkan temen-temen deposit uang sebanyak 10jt dalam waktu 3 bulan dengan bunga 5.2% maka setelah 3 bulan akan menjadi 10.075.000. Semakin banyak yang didepositkan semakin banyak juga bunganya. Pastikan pilih bank yang reputasinya baik dan dilindungi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    Kenapa tidak diinvestasikan ke saham atau reksa dana? Kalau masuk ketahap situ sudah mulai banyak resiko, banyak pertimbangan, hampir harus kerja tidak full passive income. Jadi yang benar-benar otomatis menghasilkan uang ketika kita diam, aman, minim resoko, tanpa kerja adalah deposito.

  3. Berkarya Dapatkan Royalty
  4. source : pixels.com

    Biasanya yang mendapatkan pasive income seperti ini adalah seniman atau orang-orang yang berkarya. Misalkan musisi membuat karya musik dan dinikmati banyak pendengar akan menghasilkan royalti dan dapat dimonetasi. Bahkan ketika musisinya sudah tidak ada pun masih dapat mendapatkan royalti. Seperti band legendaris the beatles contohnya.

    Karya Photography di stok foto online, karya tulis, website, blog, sekarang sudah beralih trend menjadi youtube vlog semua itu dari sebuah karya dan manunggu hasilnya. Jika disukai dan dinikmati banyak orang akan menghasilkan uang secara otomatis.

  5. Renting
  6. source : pixels.com

    Selanjutnya adalah sewa. Jika kita mempunyai uang yang cukup untuk membeli properti lebih baik uangnya dibelikan pada properti daripada ditabung, karena harganya terus meningkat dan bisa dijadikan pasive income yang benar-benar menjanjikan seperti disewakan, dikontrakan atau dibuat kost-kostan. Dan itu lehih menguntungkan daripada bunga bank.

    Jika tidak punya uang sebesar itu untuk properti bisa membuat jada renting kecil misalnya sewa studio, sewa kamera dan alat-alatnya, sewa motor untuk dijadikan ojek misalnya, daripada hanya disimpan dikantor saja dari pagi sampai sore dan dari uang sewanya bisa digunakan untuk biaya makan yang akhirnya gaji bisa dapat bersih untuk di investasikan kembali. Dan masih banyak contoh lainnya.

Bagaimana? Apa sudah tertarik berburu pasive income? Bisa dicoba dengan hal yang kecil seperti tabungan deposito, membuat karya mulai dari blog sharing sesuatu yang bermanfaat daripada berkicau disosial media tentang keluhan, kegalauan dan mulai pada rental kecil-kecilan.

Sunday, April 15, 2018

꿈 없으면 어떻게 살아 돼? 꿈 알아 내다!

source : pixels.com

학생을 때 제가 꿈 없어서 꿈 믿지 않아.

하지만 언제부터 했을까 지금 꿈 많이 있다.

아침에 일어날때마다 제가 할 수 있다, 제가 할게, 포기지 않아, 포기 못해, 바보처럼 것같다.

저도 몰랐는데 궁금하고 어떻게 꿈을 있다.

이렇게 살다가

Sunday, April 08, 2018

Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Studio Musik Rekaman Rumahan

source : dokumentasi pribadi

Kalau sebelumnya pernah membahas bagaimana cara membuat studio photo atau video dirumah sendiri, kali ini akan membahas cara membuat studio musik rekaman sendiri dirumah (Home recording studio).

Di zaman yang semakin canggih ini spertinya semakin banyak para musisi yang punya studio rumahan sendiri dan bahkan memproduksi musik sendiri. Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat studio rekaman dirumah?

  1. Komputer atau Laptop
    source : N/A

    Yang pasti di era digital ini pasti menggunakan komputer untuk mixing tracks. Biasanya untuk platform OS nya Windows atau macOS bisa digunakan dan didukung degan banyak software rekaman itu sendiri. Komputer dengan spesifkasi minimal core 2 duo juga bisa digunakan jika kebutahan track per tracknya yang ringan. Direkomendasikan i5 dan RAM mempuni.

  2. Software DAW
    source : nutsforaudio.com

    Biasanya software musik tracking dinamai DAW. Apa itu Software DAW? DAW itu adalah Digital Audio Workstation. Banyak pilihan software DAW antara lain Cubase, Nuendo, Pro Tools, Studio One, Reason, Sonar, Fl studio, Ableton Live Lite, Garageband, Logic x etc. Dan dari beberapa pilihan diatas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  3. Musical Instrument Gear or Plugin
    source : N/A
    • Standard

      Tidak ada alat musik? Sebenarnya dengan peralatan diatas saja sudah bisa membuat musik sendiri. Karena pada software DAW itu sendiri biasanya sudah ada yang namana virtual instruments (gitar, piano, biola, drum, synt, ambience, etc). Hanya tinggal susun midi note-note nadanya.

    • Recomended

      Tapi akan lebih baik jika ada musik instrumen asli seperti gitar bass, gitar akustik, atau elektrik dan microphone untuk menangkap suaranya, peralatan mahal seperti drum bisa diakali dengan virtual instruments.

  4. Audio Input & Audio Output
    • Standard
      source : N/A

      Selanjutnya pastikan perangkat komputernya ada input audio untuk merekam suara dari alat musiknya. Biasanya dibelakang komputer CPU yang berwarna pink. Dan juga pastikan perangkat ada output ke speakernya. Biasanya berwarna hijau. Karena ada kasus diperangkat seperti laptop hanya ada 1 port jack audio yang in/outnya sama-sama 1 port jack.

      Itu bisa digunakan untuk merekam audio dan membuat demo track walaupun kualitasnya standard 16bit. Dan biasanya ukuran port jack di komputer ukuran 3.5mm seperti audio jack output di smartpone. Jika merekan gitar elektrik langsung (direct) pastikan rubah dari jack TRS 1/4 ke 3.5mm atau sebaliknya (Jack converter bentuknya seperti pada gambar diatas).

    • Recomended
      source : getinstrumental.com

      Direkomendasikan menggunakan soundcard tambahan eksternal atau audio interface. Audio interface biasanya memiliki benerapa in/out, Ada yang 2, 4, 6, 8 in/out. sesuaikan saja untuk kebutuhan. Untuk rumahan 2 in/out sudah cukup, dengan metode tracking 1 per 1 walaupun hasil akhirnya banyak track. Kecuali jika akan digunakan rekaman banyak track misalkan dari gitar, bass, vocal etc dalam 1 waktu seperti live pasti butuh yang banyak inputnya. Pastikan membeli minimal dengan spesifikasi 24bit/96khz lebih tinggi lebih baik. Dan satu kelebihan lainnya yaitu biasanya jika membeli audio interface sudah bundling software DAW original dan pluginnya versi standar home studio.

  5. Studio Monitoring + Headphone
    source : wirerealm.com

    Studio Monitor disini bukan display monitor tetapi dalam dunia rekaman studio monitor itu adalah speaker. Speaker untuk rekaman biasanya khusus dan namanya adalah Speaker flat dan harganya lebih mahal daripada multimedia speaker. Harga mulai dari jutaan sampai puluhan juta untuk sepasangnya. Tetapi untuk demo track, sepaker laptop atau speaker multimeda seadanya juga bisa digunakan untuk monitoring ketika mixing.

    Direkomendasikan menggunakan speaker monitoring atau speaker flat.

  6. Niat dan Mulai karyanya
    source : pixels.com

    Terakhir yaoti do it and create your creation. Awali dulu hanya dengan komputer soundcard bawaan, mencoba-coba software DAW dan membuat note-note dulu saja. Dan secara bertahap mulai membeli audio interface, condensor microphone, controler etc. Dulu juga saya diawali dari seadanya sampai jadi home studio dan memproduksi musik sendiri.

Terimakasih semoga membantu teman-teman yang akan membuat studio rekaman dirumah sendiri. Dan berikut video cover musik dan beberapa karya rekaman dengan team saya. Atau bisa kunjungi Gofent Community. Jangan lupa like share and subscribe ya !

Baca juga - Cara Membuat Studio Photo, Video Dikamar Sendiri