{Admin Section}

Menu

{{BlogTitle}}

{{UserTitle}}

{{BlogDescription}}

{{Hi}} {{UserTitle}}

{{AboutContent}}

{{LinkAbout}}

{{YourMoto}}


Sudah lama tidak menulis konten untuk mencurahkan emotional. Bahasan kali ini yaitu tentang mencintai diri sendiri. Lah? Tidak punya pacar ya? Jomblo ya? Kasihan kamu. Dibalik semua itu ketika kita mencintai orang lain terkadang kita lupa untuk mencintai diri sendiri. Apakah teman-teman termasuk seperti mereka? Dan ini pendapat saya alasan kenapa harus mencintai diri sendiri dan cara mencintai diri sendiri dengan iklas, inget ya ikhlas bukan ngeluh.

Kenapa harus mencintai diri sendiri?

Mungkin dengan mencintai diri sendiri kita bisa menerima diri sendiri. lebih mempercayai akan diri sendiri dan kemampuan diri sendiri. Dengan begitu juga mungkin bisa membuat hidup mempunyai tujuan hidup yang berotientasi pada masa depan. Bayangkan jika tidak mencintai diri sendiri, mungkin ketika mengalami suatu kehancuran mungkin akan merasa hidup ini tak berguna dan bahkan melakukan hal-hal yang akan merusak diri. Jadi mulai lah cintai diri sendiri jika sudah bisa mencintai diri sendiri dengan baik, lalu jangan lupa juga untuk cintai juga orang lain.

Bagaimana cara mencintai diri sendiri:

  1. Puji Dirimu Ketika Aktifitas Sehari-hari Akan Dimulai
  2. source : pixels.com

    Cara mencintai diri sendiri itu sangat mudah. Hanya diawali degan memuji dirimu diawal aktifitas misalkan ketika bangun tidur dan berkaca kamu bakal jadi orang hebat, kamu tapan/cantik sekali hari ini, hari ini aku pasti bisa melangkah lebih baik dari pada hari kemarin. Hari ini akan lebih ringan dari hari kemarin etc.

    Ya, dengan berfikiran positif akan diri sendiri mungkin akan dapat menerima diri sendiri dan mencintai diri sendiri.

  3. Rubah kata-kata negatif seperti tidak, jangan, jelek etc menjadi kata positif
  4. source : pixels.com

    Ketika dalam aktifitas sehari-hari dan merasa lelah, kecewa etc jangan pernah bilang kata negatif.

    Misalkan, "wah pasti gara-gara bahan pretsentasi aku jelek jadi diabaikan oleh atasan di kantor". Ketika itu pasti kecewa karena hasil jerit payah memikirkan konsep tapi tidak diterima oleh atasan. Ayo mulai sekarang coba ganti kata-kata tersebut dengan kata positif, "Mungkin jika bahan persentasiku lebih baik lagi mungkin akan dipertimbangkan kembali dan diterima oleh atasan di kantor". Nah dengan seperti itu mungkin kita bisa merasa dapat support dari diri sendiri dan akhirnya mulai bisa mencintai diri sendiri.

    Coba jika berfikiran negatif mungkin kita akan membenci diri kita sendiri, wah sepertinya aku bodoh, tidak sehebat orang lain, mengcewakan. Dan akhirnya tidak mencintai diri kamu sendiri.

  5. Coba lah berikan Rewards and Punishment pada diri sendiri
  6. source : pixels.com

    Cobalah untuk memberikan reward / hadiah pada diri sendiri ketika sesuatu target yang ingin dicapai tercapai. Misalkan jika hasil ujian mendapatkan nilai sempurna bakal beli makanan kesukaan kamu, belaja baju, traktir lah dirimu sebagai hadiah atas perjuangan kamu.

    Sebaliknya jika misalkan kamu mendapatkan hasil yang tidak memuaskan coba beri hukuman pada diri sendiri dengan jangan membeli makanan kesukaan kamu itu, belanja baju jadi ditunda menjadi dua minggu kedepan misalnya. Jangan mengeluh, pastikan kamu diujian selanjutnya bakal mendapatkan nilai yang bagus bahkan jauh dari ekspetasi dan mendapatkan makanan kesukaan kamu itu yang terenak dan termahal dan traktir saja dirimu.

Begitu lah pendapat saya alasan kenapa harus mencintai diri sendiri dan cara mencintai diri sendiri. Bagaimana menurut teman-teman? Apakah teman sudah bisa mencintai diri sendiri? Apakah masih mencintai orang lain tanpa mencintai diri sendiri? Bagaimna jika dia pergi atau berhianat ketika kamu sendiri pun masih belum bisa mencintai diri sendiri dengan baik? Terimakasih sudah membaca

source : dokumentasi pribadi

Bahasan kali ini tepatnya tentang Fashionable vs Passionable. Passionable? Dalam bahasa inggris ada passionable tidak sih? kalo tidak ada mungkin tepatnya Passionate. Apa itu? Lebih tepatnya bahasan kali ini yaitu hanya pendapat tentang perbedaan antara tipe orang fashionable yang lebih memikirkan penampilan, stylish, modis dan tipe orang passionate yang gila dengan apa yang mereka sukai akan sesuatu, yang paling hobbi. Tipe mana kah kamu? Dan munkin pola pikir mereka seperti ini :

  1. Dalam Pemikiran - Mindset
  2. source : pixels.com
    • Si Fashionable
    • Penampilan nomber pertama dari apapun itu.

    • Si Passionate
    • Yang disukai, di hobi kan nomber 1 dari pada apapun iu. Tampilan no 2, mungkin itu alasan para seniman dan para passionate buruk dalam berpenampilan.

  3. Dalam Berpenampilan
  4. source : pixels.com
    • Si Fashionable
    • Pokonya segala yang dipake ditubuh harus baru dan bermerek. Pakaian yang sudah 6 bulan pakai dijadiin pakaian tidur atau sudah jadi lap lantai. Dan rajin beli pakaian dan upgrade gadget setiap ada keluaran terbaru.

    • Si Passionate
    • Baju lusuh sudah sepeti pel juga masih dipake, beli baju setahun sekali. Gadget aja kuno (kecuali orang passionate yang berdompet tebel mungkin yang ikut upgrade juga). Yang ada dipikran mereka semua peralatan hobbi yang mereka suka ada dan terus upgrade. Mau apapun itu yang hobinya di otomotif, musik, olah raga, seni yang penting gears nya terbaik dan ter upgrade.

  5. Dalam Mengelola Pengeluaran
  6. source : pixels.com
    • Si Fashionable
    • Lebih berani dalam membeli barang yang berkaitan dengan fashion. Baju, sepatu atau celana jutaan rupiah 120$ juga berani beli. Dalam berbelanja gadget juga lebih berani yang harganya tinggi, yang penting keren.

    • Si Passionate
    • Lebih memilih membeli gears hobinya dari pada membeli kebutuhan fashion. Harga drum, guitar atau kenalpot mahal pun dibeli. Namanya juga tipe passionate. Dalam membeli pakaian paling harga standar dan jarang belanja (kecuali para passionate yang berdompet tebel).

Jadi tipe mana kah kamu? Jujur kalo saya pribadi ingin dua duanya alias ditengah tapi masih belum kesampaian. Ke arah tipe orang fasionable tidak ke arah tipe passionate juga tidak.

Pernah merasa jenuh diperantauan? masih sedikit teman diperantauan? Yups, Terkadang bagi yang awal merantau suka merasa kesal, bt, apalagi ketika teman sekantor lebih mempunyai karakter individualist, masih sedikit teman untuk hang out, tidak ada kegiatan dan bingung apa yang harus dilakukan, apalagi itu when weekend comes. Bagi yang pernah merasakan itu sepertinya harus mencoba hal-hal ini:

  1. Dengar Musik atau Nonton Film
  2. source : pixels.com

    Hal yang paling mudah dilakukan untuk menghilangkan jenuh yaitu dengan media entertainment seperti mendengarkan musik, nonton film atau jika kamu suka game tinggal main game saja. Mudah kan?

  3. Plays With Your Hobby
  4. source : pixels.com

    Jika media hiburan diatas masih tetap membosakan, menjenuhkan coba saja bermain dengan hobi kamu. Suka memainkan alat musik? Mainkan saja, suka menggambar? siapkan saja kertas dan pensil, suka menulis coba ketik-ketik kedalam tulisan siapa tau jadi penulis hebat.

    Tidak punya hobi? Yakin? Coba pikir-pikir, pasti ada hal yang kita suka. Atau sekalian saja melakukan pencarian hobbi dan jati diri diperantauan, itu akan lebih asik dan menantang.

  5. Cari Teman, Saudara Sekampung yang Sama Merantau
  6. source : pixels.com

    Jika hal diatas masih membosankan mulai lah mencoba menghubungi teman-teman lama atau saudara kamu. Mungkin saja ada beberapa teman kamu yang metantau ke daerah yang sama juga. Disitu kita bisa menambah teman dan bergaul dengan lingkungan baru. Atau bisa juga cari pacar baru untuk calon pendamping masa depan. (ingat ya, ini untuk yang belum punya pasangan. Ingat yang dikampung kelahiran!)

  7. Ikut Komunitas, Seminar atau pelatihan Course
  8. source : pixels.com

    Masih jenuh juga? Atau gak ada saudara atau teman yang sama-sama merantau ke tempat anda? Misalkan kamu metantau ke jepang. Coba saja berteman dengan orang-orang asing dalam suatu komunitas atau tempat-tempat pelatihan khusus. Di tempat seperti itu biasanya kita bisa menemukan orang-orang yang berbagaimacam karakter dan dapat mengetahui banyak hal baru.

    Dan kita akan menyadari ternyata masih banyak hal yang tidak ketahui di dunia ini. Kita bisa mengetahui berbagai culture daerah-daerah indonesia yang luas dari sabang sampai merouke, bahkan culture berbagai negara jika kamu metantau ke luar negri.

  9. Cari Kerja Sampingan
  10. source : pixels.com

    Nah, bisa juga waktu luangnya dijadikan uang. Cari kerja sampingan. Kalo kamu graphic desaigner mungkin bisa cari kerja Projekan dari tempat lain, jadi guru private, atau ikut ngojek. Banyak sekali kerja sampingan yang tidak kita sadari. Bahkan ketika pertama kali merantau ke jakarta saya pun baru tahu ternyata pekerja kantoran juga ada yang sekalian ngojek juga.

Mudah-mudahan hal diatas bisa menghilangkan kejenuhan diperantauan. Coba saja. Atau ada hal yang lebih asik untuk mengisi waktu luangnya? Dishare juga diBox komentar. Terimakasih.

source : vector.mediadesain.com

Indonesia bisa, Indonesia keren, Indonesia pasti bisa maju!

Sudah lama tidak pernah posting sesuatu hal menarik untuk dishare. Mohon maaf akhir-akhir ini jarang menemukan suatu hal menarik untuk dishare. Dan mulai disibukan membuat digital konten video instagram, youtube. Dan mencoba mengembangkan media resources untuk para designer di mediadesain.com. Kebetulan dihari HUT RI ke 72 saya share logo resminya juga disini.

Pokonya Indonesia is The Best dan content creatornya bisa lebih sesuatu hal yang bermanfaat tidak hanya di humor komedi.

source : mediadesain.com

Selama ini cukup jarang posting artikel diblog ini dikarenakan saya sedang mengembangkan suatu situs berbagi stok desain gratis.

Jadi kini teman-temen desainer yang membutuhkan stok vector seperti landmark indonesia, landmark kota-kota indonesia, budaya, museum, logo-logo instansi pemerintahan indonesia dan logo dinas-dinas pemerintahan etc bisa didapatkan dengan mudah dan semua orang bisa saling berbagi stock desain. Dan kita bisa juga memberikan author designernya dan link untuk relasi.

Download and share stock vector:

www.mediadesain.com

Postingan kali ini akan membahas tentang mitos tentang anak paling kecil (adik terkecil dalam adik kakak bersaudara). Setiap anak yang lahir dari orang tua yang sama pastinya mempunyai karakter yang berbeda-beda. Mau itu anak pertama, ke dua ke tiga atau terakhir pasti karakternya berbeda. Tapi dibalik semua itu ternyata masih ada mitos tersendiri tentang anak yang paling kecil, apa saja itu?

  1. Perasa, Baperan
  2. source : pixels.com

    Mitos pertama yaitu anak paling kecil lebih perasa, baperan, gampang dimasukin hati. Ada saat ketika anak yang paling kecil melihat kakanya diberikan sesuatu dan dia tidak berikan sampai akhirnya si adik merasa orang tuanya pilih kasih. Padahal faktanya orang tua bukan pilih kasih, mungkin saja sesuatu itu diberikan kepada kakaknya karena memang sudah dibutuhkan oleh kakaknya pada usianya. Mungkin itu penyebab seorang anak paling kecil lebih perasa. Sedikit dikit iri pada kakaknya. Padahal belum tentu orang tuanya pilih kasih.

  3. Mempelajari Sesuatu Dari Kakaknya
  4. source : pixels.com

    Anak paling kecil itu suka mempelajari banyak hal juga dari kakaknya selain dari lingkungannya. Mau itu hal baik, buruk selalu dijadikan pelajaran untuknya.

  5. Ingin Lebih Dari Kakaknya
  6. source : pixels.com

    Ketika orang tua sedang memuji si kakak di hadapannya mungkin saja anak paling kecil merasa sedang dibandingkan. Dan disitu lah merasa ingin lebih dari kakaknya.

  7. Lebih Dewasa
  8. source : pixels.com

    Mungkin karena anak paling kecil banyak mempelajari pengalaman dari kakak-kakaknya terdahulu anak paling kecil itu lebih bijak dan dewasa ketika mengambil keputusan.

Itu lah mitos tentang anak paling kecil dari pengamatan sendiri dan sedikit cerita tentang anaknya teman kantor saya yang paling kecil. Benar atau tidak tapi mitos ini cukup sering terjadi dilingkungan kita.


Copyright © {{Copyright}} {{CopyrightYear}}
All rights reserved